Senin, 07 Desember 2020

Semestinya.

Selamat malam, pagi, siang, dan sore. Hey ...Kali ini, aku tak sabar untuk menghapus semua ingatan ku. Aku memutuskan untuk membenci. Itu jahat, namun percayalah itu terbaik

Hidup seseorang sedang tidak baik-baik saja.
Namun kau harus melanjutkan hidupmu.
Bukan untuk main-main lagi.
Banyak hal yang mesti dikejar bukan?

Tapi mengapa semuanya selalu tak berjalan lanacar?
Oh aku tau, kau sering kali menyerah!
Bukannya menyerah tak apa?
Menyerah bukan sebuah hal yang hina bukan?

Hey hey hey, jangan pernah menyerah.
Hidupmu sebaik-baiknya yang kau jalani.
Tak semestinya kata menyerah itu ada dalam hidupmu.
Kau percaya kata-kata "semua akan indah pada waktunya?"

Aku tau kau pasti percaya
Dan..
Aku tau hidupmu akan berjalan lancar mulai dari sekarang.
Karena, kau adalah hal terbaik bagi dirimu sendiri.

Membenci, mencintai, dan mengagumi
Hal yang sangat lumrah
Tapi, kau harus membatasi dirimu.
Jangan sampai kau patah kembali.
Karena setelah patah, kau akan susah sembuh.

Aku yakin itu akan menyakiti dirimu.
Semoga kau akan selalu baik-baik saja.
Dalam keadaan apapun.

Sabtu, 28 November 2020

Bentuk harapan, sembuh.

Seperti apa bentuk pengharapan?
Seperti apa rasanya diharapkan?
Seperti apa warnanya harapan?

Apakah semua pertanyaan itu akan terjawab?
Ataukah hanya akan menjadi bahan lelecon semata?
Inget, belajar mengahargai.

Bersusah payah berdiri, padahal jelas-jelas
Kaki masi berdarah dan terasa nyeri.
Sembuhkan lah terlebih dahulu rasa sakit itu.
Tak pantas rasanya memaksakan kesembuhan seperti itu!

Jangan meminta belas kasih,
Manusia kadang tak manusiawi untuk sekarang.
Kau akan dimakan hidup-hidup jika bertahan dengan rasa sakit atau musnah ditelan bumi.

Jangan mengandalkan keberuntungan.
Keberuntungan tak kan datang,
Jika kau tak berusaha! Cepat pulih lah!
Cepat sembuh!

Sesulit apapun itu, ku tahu.
Kau cukup handal untuk memulihkan diri.
Jangan terlalu keras berfikir, kasihan otakmu!
Jangan terlalu disimpan dihati, hancur hatimu nanti!
Semoga kita selalu dalam keaadaan damai dan baik-baik saja!

Jumat, 20 November 2020

Haiii...

 Hai...

Untuk siapa pun yang sedang kesepian.
Atau sedang dalam proses melupakan.
Atau yang sedang jatuh hati.

Aku, aku benci seperti ini.
Aku sedang tak bisa di tebak.
Canggung sakali rasanya.
Hanya dirimu sendiri yang merasakannya.

Aku rasa, tak semua rasa menyenangkan.
Ada beberapa bumbu yang harus kau lalui.
Seperti sakit, atau cemburu, atau gelisah.
Namun, itu menjadikannya indah.

Dan beberapa rasa membuat kita
Menjadi lebih bersemangat atau bahagia.
Seperti jatuh hati. Ah jatuh hati.....
Membuat orang tak sadar diri.

Namun, jatuh hati tak selalu semenarik itu.
Jangan berlebihan soal rasa.
Segala yang berlebihan itu tak baik.
Kau harus hidup dengan rasa imajinasi seumur hidup.

Percayalah pada hatimu.
Dia akan menuntunmu dalam keadaan apapun.
Aku percaya semua rasa menjadikan kita
Lebih manusiawi dari biasanya.

Untuk yang tak terkendali,
Kau akan baik-baik saja.
Tak apa, nikmati saja prosesnya,
Selagi kau masih bisa merasakan rasa.
Kau akan hidup dengan BAHAGIA.

Jumat, 13 November 2020

Menuju Jalan Pulang, Lagi!

Lagi-lagi riuh selalu datang. Tak apa, tak sering kau melihat hal seriuh ini. Selama ini kau dirumah, berkutat dengan kasur dan bantal. Hingga kau lupa masih ada kehidupan di luar sana. 


Jangan-jangan kau lupa jalan pulang? Ah tidak mungkin.
Jalan pulang tak selamanya indah kan,
Jelas kau harus membiasakan diri lagi dengan situasi ini.
Situasi yang kadang membuatmu tak nyaman.

Hey ku bertanya, apakah jalan pulang itu jauh?
Ya tentu saja jauh, kalo dekat ya jangan pulang.
Kenapa aku mempermasalahkan kata pulang?
Padahal kata itu selalu ada dalam benak jikalau jauh dari rumah.

Tuan dan puan, kadang lupa dengan rumah.
Mereka terlalu asik di negri orang, mungkin negri
orang lebih nyaman daripada rumah.
Padahal banyak yang menunggu dirumahnya.

Menarik memang membahas mengenai kata pulang.
Kau harus mencari makna sendiri mengenai pulang.
Berfikir lah, pulang adalah jalan terbaik,
Seteleh kau seharian, atau mungkin berbulan-bulan atau bisa jadi bertahun-tahun kau berkelana.

Ada banyak yang harus kau perbaiki terutama dirimu sendiri
Rumah akan menuntunmu kejalan itu.
Jangan khawatir, luka yang mereka beri akan sembuh di rumah.
Tuhan baik kan, memberimu rumah untuk berlindung?

Ayolah itu hanyalah kata-kata yang kubuat bijak.
Agar kau betah tinggal di rumah.
Namun tak ada kata bijak, hanya ada kata nasehat!
Ah terserahlah, aku bingung menjelaskan bagaimana perasaanku saat ini.
Saat ini banyak arti, namun ku artikan saat menulis tulisan ini.

Ingat, jalan pulang! Semuanya menunggumu, kembalilah ke jalan yang menururt mu benar. Yakinlah bahwa kau akan tetap baik-baik saja di jalan itu. Karena dirimu berharga untuk dirimu sendiri. Tak banyak yang menghargaimu, jika kau bukan siapa‐siapa sebab itu kau harus mencintai dirimu!

Selamat pagi, terimakasih telah pulang dan bertahan. Dariku yang berusaha mencintai diriku sendiri, lagi.

Senin, 02 November 2020

Senin

Hai senin, mengapa kau cepat sekali datang? Bukan kah kita sudah berjumpa di senin kemarin?Namun ada yang beda di hari senin sekarang, ah iya sudah masuk bulan November, cepat ya? Jangan mengutuk waktu hey itu tak baik.

Senin ini mungkin ada beberapa orang yang kecewa dengan hidupnya, contohnya tidak bisa mendatangi nikahan kawan disaat kau susah antusias menunggu acara itu, pahit bukan? Ya tentu saja. Ada lagi, mungkin ada yang kejebak hujan pagi-pagi buta sehingga pergi bekerja dengan badan yang kuyup hais tak apalah itu paling kau sakit, jangan sakit ya hidup mesti belanjut esok-esok dan esoknya.

Senin mungkin ada yang sedang berbahagai, eh iya kau nikah di hari senin pasti bahagia kan, atau ada yang mendapatkan gaji di hari senin karena sekarang awal bulan. Atau ada yang telah di acc proposal penelitian? Haha sederhana kan bahagia.

Semoga tuhan selalu memberikan kebahagian dan kesedihan yang seimbang. Jaga diri baik-baik karena akhir-akhir ini cuaca tak menentu.

Jumat, 30 Oktober 2020

Selamat malam, mimpi indah.

Malam, hanya menyisakan gelap dan pikiran-pikiran yang selalu berada di luar kendali. Kau harus cepat tidur jika tak ingin larut dalam pikiran yang mengganggu itu. Kenyataannya kau tidur lebih dari jam 00.00, untuk apa? Untuk mengingat masa lalumu? Ah bukan, untuk nonton film? Bisa jadi, atau kau mengerjakan skripsi? Haha tidak-tidak itu tambah membuatku jungkir balik. Malam kadang merenggut beberapa pikiran baik. Aku harus berusaha keras agar pikiranku tidak kemana-kemana.


Malam adalah waktu terbaik untuk ku sendiri, untuk menenangkan ku dalam kondisi yang sedang tidak baik-baik saja. Tak ada yang menggangu mu, bahkan kucing peliharaan mu juga tidak ya sebab semua orang sedang terlelap.
Ada yang bilang malam adalah waktunya evaluasi diri setelah seharian menjalani roda kehidupan. Ya memang kau bisa mengingat kejadian siang tadi dan berfikir apa kesalahan mu atau kebaikan apa yang telah engkau perbuat.

Semoga pikiran mu tak kacau malam ini, kau patut bahagia meskipun itu sulit. Karena semua orang berhak bahagia, berjalan lah di malam hari jika kau merasa gundah, itu akan membuat mu lebih baik atau tidur saja hehehe besok bangun kan baru ingat apa yang menimpamu.
Selamat malam, mimpi indah. Ucapan sang kekasih padahal dia jomblo wkwk.

Rabu, 28 Oktober 2020

Rabu sore.

Sore itu, rabu cerah. Ah Bogor secerah ini untuk hari rabu. Ah es krim, nikmat betul rasanya hari ini jika memakan es krim. Kau memutuskan untuk pergi ke MCD untuk membeli es krim. Tuhan ternyata ada varian baru Lychee Waffle Cone.
Ah manis rasa pertama yang masuk ke dalam mulutku.


Ku lihat dia sepersian detik, ternyata manis juga. Hidung mancung pipi tirus dengan warna kulit sawo matang.
Ingat jaga pandangan, ah semuanya terasa cepat dikedai itu. Aku harus pulang dan telah selesai menikmati es krim dengan rasa leci itu.
Perjalanan sangat mulus, meskipun Bogor sangat ramai, menyusuri jalanan sempur dan melihat banyak yang olahraga sore di bundaran Kebun Raya. Melewati Tugu Kujang, hal yang selalu di rindukan saat jauh dari Bogor. Melewati jalan Otista kenapa selalu macet disini? Melewati mall yg bernama BTM. Dibawah rel terdapat spanduk yang bertuliskan MOSI TIDAK PERCAYA mungkin bekas demo pikirku, ya betul akhir-akhir ini negara tidak sedang baik-baik saja. Ternyata awan gelap sudah mulai menutupi sore yang cerah ini, akan hujan ku bergumam sendiri. Ah lagu ini kenapa selalu membuatku ingin pergi lama-lama sendir SILAMPUKAU ku kenal band itu dari sebuah novel haha lucu tapi itu kenyataannya. Ku memasang headseat di kuping ku pada saat dikedai, maaf itu melanggar aturan tapi apalah daya yang tak ingin kesepian di motor ku.
Semuanya terasa nyata sore itu, dan aku harus menerima kenyataan bahwa dunia ini luas. Tak semua yang ku harapkan akan terwujud, bahkan aku akan tenggelam jika terlalu larut dalam pikiran dangkal ini. ABSTRAK memang yang ku tulis ini tapi itu menggambarkan rabu sore yang menggelikan. 

Rabu, 14 Oktober 2020

Tentang pikiran dalam damai.

Tentang pikiran dalam damai.

    Hati adalah barang berharga dirimu yang tak bisa kau jual di Pasar Bubrah Merapi.
Atau yang ingin kau hancurkan dengan besi tempa di tempat pembuatan perisai.
Kau tak perlu repot-repot mengubur hatimu dalam dalam atau melarungnya ke laut.
Tolong ini adalah hidupmu, jangan kau berusaha melupakan siapa pun karena kau akan menyesal nantinya. 
Mount Merapi view for Route Sapu Angin
    Otak mu tak seluas Albert Einstein bung yang bisa menemukan sesuatu bahkan mengingat kejadian kemarin sore saja kau perlu membuka lembaran-lembaran memori. jadi tetapkan lah otak dan hatimu karena mereka sangat mmebantumu.