Jumat, 30 Oktober 2020

Selamat malam, mimpi indah.

Malam, hanya menyisakan gelap dan pikiran-pikiran yang selalu berada di luar kendali. Kau harus cepat tidur jika tak ingin larut dalam pikiran yang mengganggu itu. Kenyataannya kau tidur lebih dari jam 00.00, untuk apa? Untuk mengingat masa lalumu? Ah bukan, untuk nonton film? Bisa jadi, atau kau mengerjakan skripsi? Haha tidak-tidak itu tambah membuatku jungkir balik. Malam kadang merenggut beberapa pikiran baik. Aku harus berusaha keras agar pikiranku tidak kemana-kemana.


Malam adalah waktu terbaik untuk ku sendiri, untuk menenangkan ku dalam kondisi yang sedang tidak baik-baik saja. Tak ada yang menggangu mu, bahkan kucing peliharaan mu juga tidak ya sebab semua orang sedang terlelap.
Ada yang bilang malam adalah waktunya evaluasi diri setelah seharian menjalani roda kehidupan. Ya memang kau bisa mengingat kejadian siang tadi dan berfikir apa kesalahan mu atau kebaikan apa yang telah engkau perbuat.

Semoga pikiran mu tak kacau malam ini, kau patut bahagia meskipun itu sulit. Karena semua orang berhak bahagia, berjalan lah di malam hari jika kau merasa gundah, itu akan membuat mu lebih baik atau tidur saja hehehe besok bangun kan baru ingat apa yang menimpamu.
Selamat malam, mimpi indah. Ucapan sang kekasih padahal dia jomblo wkwk.

Rabu, 28 Oktober 2020

Rabu sore.

Sore itu, rabu cerah. Ah Bogor secerah ini untuk hari rabu. Ah es krim, nikmat betul rasanya hari ini jika memakan es krim. Kau memutuskan untuk pergi ke MCD untuk membeli es krim. Tuhan ternyata ada varian baru Lychee Waffle Cone.
Ah manis rasa pertama yang masuk ke dalam mulutku.


Ku lihat dia sepersian detik, ternyata manis juga. Hidung mancung pipi tirus dengan warna kulit sawo matang.
Ingat jaga pandangan, ah semuanya terasa cepat dikedai itu. Aku harus pulang dan telah selesai menikmati es krim dengan rasa leci itu.
Perjalanan sangat mulus, meskipun Bogor sangat ramai, menyusuri jalanan sempur dan melihat banyak yang olahraga sore di bundaran Kebun Raya. Melewati Tugu Kujang, hal yang selalu di rindukan saat jauh dari Bogor. Melewati jalan Otista kenapa selalu macet disini? Melewati mall yg bernama BTM. Dibawah rel terdapat spanduk yang bertuliskan MOSI TIDAK PERCAYA mungkin bekas demo pikirku, ya betul akhir-akhir ini negara tidak sedang baik-baik saja. Ternyata awan gelap sudah mulai menutupi sore yang cerah ini, akan hujan ku bergumam sendiri. Ah lagu ini kenapa selalu membuatku ingin pergi lama-lama sendir SILAMPUKAU ku kenal band itu dari sebuah novel haha lucu tapi itu kenyataannya. Ku memasang headseat di kuping ku pada saat dikedai, maaf itu melanggar aturan tapi apalah daya yang tak ingin kesepian di motor ku.
Semuanya terasa nyata sore itu, dan aku harus menerima kenyataan bahwa dunia ini luas. Tak semua yang ku harapkan akan terwujud, bahkan aku akan tenggelam jika terlalu larut dalam pikiran dangkal ini. ABSTRAK memang yang ku tulis ini tapi itu menggambarkan rabu sore yang menggelikan. 

Rabu, 14 Oktober 2020

Tentang pikiran dalam damai.

Tentang pikiran dalam damai.

    Hati adalah barang berharga dirimu yang tak bisa kau jual di Pasar Bubrah Merapi.
Atau yang ingin kau hancurkan dengan besi tempa di tempat pembuatan perisai.
Kau tak perlu repot-repot mengubur hatimu dalam dalam atau melarungnya ke laut.
Tolong ini adalah hidupmu, jangan kau berusaha melupakan siapa pun karena kau akan menyesal nantinya. 
Mount Merapi view for Route Sapu Angin
    Otak mu tak seluas Albert Einstein bung yang bisa menemukan sesuatu bahkan mengingat kejadian kemarin sore saja kau perlu membuka lembaran-lembaran memori. jadi tetapkan lah otak dan hatimu karena mereka sangat mmebantumu.