Sabtu, 28 November 2020

Bentuk harapan, sembuh.

Seperti apa bentuk pengharapan?
Seperti apa rasanya diharapkan?
Seperti apa warnanya harapan?

Apakah semua pertanyaan itu akan terjawab?
Ataukah hanya akan menjadi bahan lelecon semata?
Inget, belajar mengahargai.

Bersusah payah berdiri, padahal jelas-jelas
Kaki masi berdarah dan terasa nyeri.
Sembuhkan lah terlebih dahulu rasa sakit itu.
Tak pantas rasanya memaksakan kesembuhan seperti itu!

Jangan meminta belas kasih,
Manusia kadang tak manusiawi untuk sekarang.
Kau akan dimakan hidup-hidup jika bertahan dengan rasa sakit atau musnah ditelan bumi.

Jangan mengandalkan keberuntungan.
Keberuntungan tak kan datang,
Jika kau tak berusaha! Cepat pulih lah!
Cepat sembuh!

Sesulit apapun itu, ku tahu.
Kau cukup handal untuk memulihkan diri.
Jangan terlalu keras berfikir, kasihan otakmu!
Jangan terlalu disimpan dihati, hancur hatimu nanti!
Semoga kita selalu dalam keaadaan damai dan baik-baik saja!

Jumat, 20 November 2020

Haiii...

 Hai...

Untuk siapa pun yang sedang kesepian.
Atau sedang dalam proses melupakan.
Atau yang sedang jatuh hati.

Aku, aku benci seperti ini.
Aku sedang tak bisa di tebak.
Canggung sakali rasanya.
Hanya dirimu sendiri yang merasakannya.

Aku rasa, tak semua rasa menyenangkan.
Ada beberapa bumbu yang harus kau lalui.
Seperti sakit, atau cemburu, atau gelisah.
Namun, itu menjadikannya indah.

Dan beberapa rasa membuat kita
Menjadi lebih bersemangat atau bahagia.
Seperti jatuh hati. Ah jatuh hati.....
Membuat orang tak sadar diri.

Namun, jatuh hati tak selalu semenarik itu.
Jangan berlebihan soal rasa.
Segala yang berlebihan itu tak baik.
Kau harus hidup dengan rasa imajinasi seumur hidup.

Percayalah pada hatimu.
Dia akan menuntunmu dalam keadaan apapun.
Aku percaya semua rasa menjadikan kita
Lebih manusiawi dari biasanya.

Untuk yang tak terkendali,
Kau akan baik-baik saja.
Tak apa, nikmati saja prosesnya,
Selagi kau masih bisa merasakan rasa.
Kau akan hidup dengan BAHAGIA.

Jumat, 13 November 2020

Menuju Jalan Pulang, Lagi!

Lagi-lagi riuh selalu datang. Tak apa, tak sering kau melihat hal seriuh ini. Selama ini kau dirumah, berkutat dengan kasur dan bantal. Hingga kau lupa masih ada kehidupan di luar sana. 


Jangan-jangan kau lupa jalan pulang? Ah tidak mungkin.
Jalan pulang tak selamanya indah kan,
Jelas kau harus membiasakan diri lagi dengan situasi ini.
Situasi yang kadang membuatmu tak nyaman.

Hey ku bertanya, apakah jalan pulang itu jauh?
Ya tentu saja jauh, kalo dekat ya jangan pulang.
Kenapa aku mempermasalahkan kata pulang?
Padahal kata itu selalu ada dalam benak jikalau jauh dari rumah.

Tuan dan puan, kadang lupa dengan rumah.
Mereka terlalu asik di negri orang, mungkin negri
orang lebih nyaman daripada rumah.
Padahal banyak yang menunggu dirumahnya.

Menarik memang membahas mengenai kata pulang.
Kau harus mencari makna sendiri mengenai pulang.
Berfikir lah, pulang adalah jalan terbaik,
Seteleh kau seharian, atau mungkin berbulan-bulan atau bisa jadi bertahun-tahun kau berkelana.

Ada banyak yang harus kau perbaiki terutama dirimu sendiri
Rumah akan menuntunmu kejalan itu.
Jangan khawatir, luka yang mereka beri akan sembuh di rumah.
Tuhan baik kan, memberimu rumah untuk berlindung?

Ayolah itu hanyalah kata-kata yang kubuat bijak.
Agar kau betah tinggal di rumah.
Namun tak ada kata bijak, hanya ada kata nasehat!
Ah terserahlah, aku bingung menjelaskan bagaimana perasaanku saat ini.
Saat ini banyak arti, namun ku artikan saat menulis tulisan ini.

Ingat, jalan pulang! Semuanya menunggumu, kembalilah ke jalan yang menururt mu benar. Yakinlah bahwa kau akan tetap baik-baik saja di jalan itu. Karena dirimu berharga untuk dirimu sendiri. Tak banyak yang menghargaimu, jika kau bukan siapa‐siapa sebab itu kau harus mencintai dirimu!

Selamat pagi, terimakasih telah pulang dan bertahan. Dariku yang berusaha mencintai diriku sendiri, lagi.

Senin, 02 November 2020

Senin

Hai senin, mengapa kau cepat sekali datang? Bukan kah kita sudah berjumpa di senin kemarin?Namun ada yang beda di hari senin sekarang, ah iya sudah masuk bulan November, cepat ya? Jangan mengutuk waktu hey itu tak baik.

Senin ini mungkin ada beberapa orang yang kecewa dengan hidupnya, contohnya tidak bisa mendatangi nikahan kawan disaat kau susah antusias menunggu acara itu, pahit bukan? Ya tentu saja. Ada lagi, mungkin ada yang kejebak hujan pagi-pagi buta sehingga pergi bekerja dengan badan yang kuyup hais tak apalah itu paling kau sakit, jangan sakit ya hidup mesti belanjut esok-esok dan esoknya.

Senin mungkin ada yang sedang berbahagai, eh iya kau nikah di hari senin pasti bahagia kan, atau ada yang mendapatkan gaji di hari senin karena sekarang awal bulan. Atau ada yang telah di acc proposal penelitian? Haha sederhana kan bahagia.

Semoga tuhan selalu memberikan kebahagian dan kesedihan yang seimbang. Jaga diri baik-baik karena akhir-akhir ini cuaca tak menentu.